Thursday, June 7, 2012

Character Thursday #4: Fanny Price (Mansfield Park)


Membaca buku karangan Jane Austen yang satu ini tak disangka agak membosankan. Tidak ada kejadian yang luar biasa atau klimaks yang mendebarkan hati. Menemukan tokoh di buku ini yang cukup menarik untuk dibahas ternyata lebih sulit lagi. Namun akhirnya pilihan saya jatuh pada sang tokoh utama, Fanny Price. Fanny memang terkenal sebagai heroine yang paling tidak populer dibandingkan tokoh-tokoh utama di novel Jane Austen. Dibandingkan dengan Elizabeth Bennet dalam Pride and Prejudice yang kuat, mandiri, tegas dan punya pendirian, maka Fanny bisa disebut kebalikannya.


Fanny yang lemah fisiknya, tidak pintar, pemalu dan pendiam sama sekali jauh dari bayangan seorang heroine. Aku rasa ia adalah orang dengan kepribadian melankolis-phlegmatis yang sering menangis sendirian karena kesepian dan tak punya ambisi dalam hidupnya. Tokoh-tokoh semacam ini memang kurang menarik bagiku. Namun ada yang bisa kita pelajari dari Fanny Price. Walaupun diam dan mungkin kurang cerdas dibandingkan sepupu-sepupunya, ternyata ia merupakan pengamat yang baik. Karena ia terbiasa diam dan berada di belakang layar, ia mampu mengamati perilaku orang-orang di sekitarnya dengan lebih cermat. Hal inilah yang menyelamatkan ia dari Henry Crawford yang berusaha memperistrinya.

Sifat lain yang patut diacungi jempol adalah kesabaran (yang mungkin juga disebabkan karena rasa mindernya). Fanny dengan sabar dan tak banyak berharap mencintai Edmund dengan sepenuh hati. Ia menjadi adik sekaligus sahabat Edmund di kala pria yang dicintainya itu mencintai orang lain. Dan seperti sudah dapat ditebak - seperti kebanyakan novel Austen lainnya - akhirnya Fanny pun mendapatkan happy ending dan live happily ever after layaknya Cinderella.^^ 

-------------------
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti bloghop Mbak Fanda @FandaClassicLit