Thursday, July 26, 2012

Character Thursday

  • Are they protagonist or antagonist?
  • Who are they? What was their role in the book?
  • What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.
  • What are the strengths or weaknesses of your character(s)?
  • How do they develop throughout the book?
  • What makes you love/hate them?
  • What lessons or influences you got from them?

Thursday, July 5, 2012

Character Thursday #5: Jem Finch (To Kill a Mockingbird)


Kebanyakan orang yang membaca buku karangan Harper Lee ini menyebutkan Scout Finch dan Atticus Finch sebagai tokoh favorit mereka. Tak dapat dipungkiri Scout menjadi tokoh yang cukup menonjol di sini karena buku ini ditulis berdasarkan sudut pandangnya. Namun aku lebih menyukai tokoh Jem Finch, kakak Scout, putra pertama Atticus. Jem Finch sebagai anak laki-laki dan anak pertama mempunyai sifat-sifat sebagai anak sulung yang pemberani, melindungi sang adik, sering (terpaksa) mengalah dan ingin menang sendiri.

Jem menjadi panutan adiknya dalam tiap perilaku karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya dan ibunya sudah lama meninggal sesaat setelah Scout lahir. Layaknya seorang anak berusia belasan tahun, Jem ini juga sering berbuat kenakalan-kenakalan yang membuatnya sering dihukum. Salah satunya adalah ketika ia tak henti-hentinya melakukan berbagai usaha untuk membuat Boo Radley -tetangganya yang misterius- untuk keluar rumah dengan mengirim surat atau memata-matai rumah Radley.


Namun kenakalannya juga kadang merupakan bentuk kepedulian terhadap ayahnya, misal ia sengaja merusak tanaman bunga kesayangan Mrs Dubose karena beliau menghina ayah mereka. Atticus, ayah Jem kebetulan ditunjuk menjadi pengacara pembela lelaki berkulit hitam yang dituduh melakukan pemerkosaan terhadap gadis kulit putih. Bagi kota kecil dan tua, Maycomb, di Alabama, isu warga kulit putih dan hitam masih menjadi masalah yang sensitif maka otomatis banyak warga kota yang kontra dengan sikap Atticus untuk membela seorang "negro".

Melihat pertentangan ini, Jem menjadi cepat belajar mengenai adanya perbedaan ras dan kelas serta bagaimana warga kota menyikapinya. Walau ia kecewa dengan kebanyakan orang namun Jem tetap teguh membela ayahnya. Jem berani melanggar aturan untuk tetap tinggal di rumah untuk memastikan keselamatan ayahnya ketika Atticus dikepung oleh orang-orang yang mengancam nyawanya dan kliennya. Jem, Scout dan Dill saat itu muncul di penjara kota dan berhasil membuat pergi orang-orang yang hendak mencelakakan ayah meteka. Aturan yang dilanggar bukan cuma itu saja, walau masih dibawah umur ia dan adiknya nekat menghadiri pengadilan sewaktu ayah mereka sedang membela Tom Robinson, si terdakwa.


Namun tindakan paling berani yang pernah dilakukan Jem adalah ketika secara tak sengaja ia menyelamatkan nyawa Scout dan dirinya sendiri. Ia dengan berani melawan Bob Ewell yang tiba-tiba menyerang di belakang rumah Radley dengan akibat tangannya mengalami patah tulang sebagai. Jem yang pemberani, usil dan sangat mencintai keluarganya inilah yang menarik perhatianku. Seandainya punya kesempatan untuk bertemu Jem maka aku akan mengatakan bahwa Scout dan Atticus pasti sangat bangga kepadanya. Love you Jem!^^

-------------------
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti bloghop Mbak Fanda @FandaClassicLit