Thursday, August 16, 2012

Character Thursday #6 Jacob Jankowski (Water for Elephants)

It’s a little bit difficult to decide whether Jacob is a protagonist or antagonist role in this book. Young Jacob had a perfect family until accident took away his parents, as the only son, he was so overwhelmed by this loss; he couldn’t decide how he’s going to live his life. Circus change the naive Jacob to be Jacob the brave and kind-hearted gentleman.



He proved that he can survive in wild life of circus world. He was a best and honorable friend that someone can rely on especially when he tried to protect Camel form throw from the train. He also adapt fast when finally he made friend with Kinko. Although he did not graduate yet as a veterinarian, but his skills is reliable. His compassionate love to all animal – especially Rosie, the dumb elephant – touch everyone exclusively Marlena, the performer. With some clues finally he found out that Rosie could not understand English at all because she usually trained by Polish language.

After meeting Marlena, Jacob can deny that he has feeling for her despite the fact that she was already married. I’m not going to preach here about he should not kiss Marlena and made her crazy lovely husband angry – and turn out he is really crazy (schizophrenia) – but there is always something wrong by loving other man’s wife. But the writer made an easy way out for Jacob and Marlena when August dead in a chaos of animals rage.



In summary, I like this character because despite his sorrow he finally can move on and struggle with a new life. Although it was not easy in the beginning but he keep struggle and struggle to make his life easier and happier. He made some mistakes but lucky enough he had a new family that could support him until the rest of his life. Sadly, his children and grandchildren abandoned him but there is always a hope of a happy ending for someone who braves enough to hope and fight for it.

Tuesday, August 14, 2012

#11 Water for Elephants


Honestly, saya sama sekali tidak tertarik untuk baca buku ini. Berhubung bulan ini temanya hisfic dan beberapa narablog serta anggota goodreads nampaknya terpikat hingga memberikan rating tinggi pada buku ini maka saya memutuskan untuk membelinya (alasan sebenarnya: sedang ada diskon besar-besaran di Gramedia). And surprisingly, saya menikmati membaca buku ini.

Kisah ini dimulai dengam kehidupan Jacob Jankowski, peranakan Polandia berusia 90 tahun atau 93, dia sendiri juga tidak yakin, yang tengah mengenang kehidupannya waktu bergabung dengan sebuah sirkus kereta api. Tidak pernah ada dalam pikiran Jacob muda, seorang calon dokter hewan, anak seorang dokter hewan pula, untuk bergabung dengan dunia hiburan macam sirkus. Namun kehilangan kedua orang tuanya pada saat bersamaan akibat kecelakaan membuat ia bingung menjalani hidup, ia merasa tak punya tujuan dan tak punya "rumah" lagi.

Puncaknya adalah ketika Jacob merasa tak mampu menyelesaikan ujian akhirnya, ia berjalan tak tentu arah lalu nekat menaiki kereta yang sedang perlahan melintas di depannya. Keputusan tak masuk akal ini berujung pada pengalaman yang akan mengubah perjalanan hidupnya secara keseluruhan. Dunia hiburan yang tanpa kepastian secara perlahan-lahan menjadi awal dari kehidupan barunya bersama keluarga baru termasuk Rosie, seekor gajah yang dikira dungu. Penasaran? You definitely must read this book.^^



Sirkus tempat Jacob bergabung adalah Benzini bersaudara. Sirkus yang bangkrut namun perlahan mulai bangkit lagi melalui tangan dingin Al, pemilik barunya. Al bertekad membuat sirkusnya mampu bersaing dengan Ringling Circus, sebuah sirkus ternama yang pada kenyataannya memang merupakan sirkus yang berjaya pada tahun 1935. Masa dimana sirkus kereta api sedang menjamur dan bergantian jatuh bangkrut. Banyak istilah dan lika liku kehidupan sirkus yang bisa diperoleh dari buku ini. Misalnya ada dua kelas dalam kelompok sirkus yang disebut performer atau kinker dan kelompok pekerja.

Menarik sekali bahwa tim pekerja ini merupakan kasta terendah dalam sebuah sirkus, mereka seringkali tidak mendapat bayaran terutama bila sirkus tak punya banyak pengunjung, mereka sering tidur bersama hewan, tidak punya gerbong khusus, jarang mendapat jatah air untuk mandi dan tempat makan pun terpisah dari para performer. Selain itu ternyata ada juga "sirkus di dalam sirkus", pertunjukan tak resmi namun menyedot banyak pengunjung terutama pria, you can guess! Yang mengejutkan ternyata ada beberapa para pendorong yang tugasnya memang mendorong penonton (dalam arti harafiah) supaya masuk ke tenda sirkus.



After all, saya menikmati buku ini karena penuturannya menarik, ending yang cukup mengejutkan dan berbagai pengetahuan baru mengenai dunia sirkus. Saya sebenarnya ingin menonton filmnya tapi agak kecewa ketika mengetahui Robert Pattinson yang memerankan Jacob, kupikir Leonardo di Caprio, Shia Lebouf atau Tobey Maguire akan lebih cocok memerankan pemuda innocent di tengah dunia sirkus yang penuh intrik. Namun ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam benak saya, apakah makna judul buku ini, Water for Elephants. Apakah itu sebuah metafora? Setelah bertanya pada Mbah Gugel saya mendapatkan bahwa kemungkinan artinya adalah seseorang yang mempunyai beban yang berat atau people who pretending to be more than they are. Untuk lebih lengkapnya simak saja diskusi ini di goodreads: Symbolism: What is the "Water" and who is the "Elephant"

**Review ini ditulis bulan kemaren untuk posting bersama BBI, namun baru sempat diedit dan dipublish hari ini :p